Rabu, 12 Juni 2013

Aku suka kamu..

Judulnya mungkin terlalu berlebihan ya? Hehe.. Hari ini pertama kali aku ngeliat kamu, iya ini yang pertama kita bertemu. Tapi aku suka. Aku suka kamu, suka sekali. Aku suka cara kamu bicara, cara kamu menatap, cara kamu tersenyum, cara kamu menjelaskan, cara kamu makan roti breadt*lk yang aku suguhkan, cara kamu malu malu... aku suka ^^ Malam ini kupu kupu di perutku muncul.. lagi. Setelah sekian lama tak pernah merasa berdebar debar saat bertemu lelaki, malam ini kamu melakukannya. Kamu adalah lelaki sederhana dengan senyum yang sangat manis, lebih manis dari coklat yang sering aku makan atau susu coklat yang aku minum setiap hari. Kamu lebih manis dari itu semua. Mikir apasih aku ini, kita baru bertemu sekali, baru malam ini. Tapi perasaan dan pikiranku sudah ngelantur, Ah... apakah mungkin kamu akan menyukaiku? Ah tidak mungkin. Kamu terlalu sempurna buat aku. Mana mungkin orang sepertimu dengan segala kelebihan yang kamu miliki akan jatuh cinta pada perempuan sepertiku yang sangat biasa saja.. Kamu dan aku terlalu jauh, bagai langit dan bumi. Iya, Mungkin seperti itu.. 

Tapi jujur aku katakan, aku menyukaimu mas, bolehkah?

Aku yang berjuang untuk bisa meraihmu, walau rasanya tidak mungkin
Widiya

Rabu, 29 Mei 2013

Underpressure


Sesuai judulnya. dibawah tekanan. Tertekan! Akhirnya hari yang ditunggu sekian lama datang juga, bahkan lebih cepat dari yang seharusnya. hari dimana pengumuman SNMPTN akan diumumkan. setelah melewati proses panjang beberapa bulan lalu dari mulai ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester sampai UN semuanya membuat tekanan dalam diri saya semakin berat dan semakin terasa melelahkannya. mungkin seluruh anak kelas 12 memang waktunya untuk merasakan itu semua, merasakan tertekan. Saya sangat berharap dengan sepenuh jiwa raga dan hati saya bahwa saya akan diterima di PTN yang saya inginkan, yang akan menjadi batu loncatan untuk saya mencapai target yang saya inginkan nantinya. Apa yang terjadi hari itu? Sekitar jam 4 sore pengumuman di web SNMPTN sudah bisa diakses, tapi saya memutuskan untuk tidak membukanya... saya belum siap, saya belum berani, saya belum mampu, saya belum kuat untuk melihat hasilnya. Akhirnya karena saya baru bangun tidur setelah sehari sebelumnya saya baru bisa tidur ketika ba'da subuh sekitar pukul 5.15. saya mengambil air wudhu dan shalat ashar untuk menghilangkan sedikit rasa gemetar dan takut. berhasil, tubuh saya sedikit rileks. akhirnya saya menyalakan laptop dan membuka web SNMPTN, tubuh saya gemetar, sampai salah mengetikan nomor pendaftaran beberapa kali, firasat. Akhirnya setelah saya mengisikan nomor pendaftaran dan tanggal lahir, munculah hasil itu, hasil yang saya tunggu selama ini, hasil yang saya pikir akan membuat saya merasa jadi orang paling bahagia sedunia, Tapi kenyataannya? Saya mendapat permintaan maaf dari Web itu. Saya Gagal. Tulisannya bewarna merah, singkat padat dan jelas. langsung ke intinya, langsung menusuk ke hati. sakit sekali! :') Saya diam, gak nangis. cuma bisa diam memainkan cursor sambil terus melihat tulisan bewarna merah itu, sekitar sejam lebih saya cuma terpaku di depan monitor, terus memandangi sebaris kalimat yang sangat menyakitkan itu. Akhirnya pertahanan saya runtuh, dinding yang menahan air mata saya agar tidak tumpah hancur sudah.. semua air mata saya tumpah bersama rasa sakit yang teramat sangat itu. Gak bisa berhenti, nangis. cuma bisa nangis. sampai akhirnya saya buka twitter dan facebook, saya memposting beberapa tulisan, dan.. beberapa menit kemudian ada notification dari facebook. Itu dari mantan saya, sebut saja.. 'Ikan'. saya gak bales, saya belum bisa untuk bales pertanyaan2 itu. sama seperti saya belum bisa besar hati untuk memberikan selamat kepada teman teman saya yang lolos. sekitar semenit setelag notification itu muncul, handphone saya yang baru saya aktifin berdering. Tanpa nama.

"halo ini siapa?" "Ini Ikan, Gimana hasil SNMPTNnya, hmmm... gagal yah. yaudah jangan sedih.. bla bla bla bla" percakapan itu berlangsung sejam lebih.

Perasaan saya membaik, tidak sesedih sebelumnya. Ikan berhasil bikin saya merasa dipedulikan. Saya senang, setidaknya ada seseorang yang menghibur saya, walau itu Ikan. Tapi saya bersyukur, setidaknya ada Ikan :' Yang lain yang katanya peduli dengan keadaan saya, paling hanya sekedar sms/mentionn/nge dm menanyakan bagaimana hasilnya. bahkan ada yang katanya selama ini bilang kalau dia peduli dengan saya tapi ternyata tidak ada peduli2nya sama sekali dengan saya, sms tidak, mentionpun tak ada. Bahkan seseorang yang pernah berada dalam posisi seperti saya 2tahun lalu dan saat itu sayalah yang memberikan dia semangat dan tetap menemani dia disaat sulit seperti ini tidak sedikitpun menunjukan kepeduliannya. jangankan untuk memberi support, basa basi menanyakan hasilnya pun tidak. sama seperti ketika saya berulang tahun, entahlah saya benar benar sudah **** dengan lelaki ini. Drama-king. The man with a sad past and a rotten heart (now). hidup kamu sudah terlalu banyak drama cinta tak terbalas, dan bisakah kamu berhenti menujukannya di publik. kamu itu laki laki bukan? Galaunya lebih lebih dari perempuan. Heran! (Lha kok jadi esmosi gini? :\ oke maaf Widi Khilaf :|) Ya intinya, sekarang saya tau siapa yang bisa diandalkan untuk diajak berbagi disaat menyedihkan seperti ini, Bukan mereka mereka yang ada disaat saya dalam keadaan 'stabil', tapi sahabat sahabat saya. Ikan, Tia, Cipa, Isti dan kakak saya juga yang lain.. mereka semua kekuatan saya.
Saya merasa harus bangkit dari keterpurukan ini, saya harus Move on dari kegagalan ini. Saya harus belajar lagi.

belajar untuk menerima bahwa hidup itu tidak selalu berjalan sesuai seperti yang kita inginkan, ada yang lebih baik dari itu semua.. Rencana Tuhan. Tapi tidak bisa dipungkiri, kegagalan ini sangat membuat saya sakit. percayalah. Ini lebih sakit dari main game yang hampir finish tapi tiba-tiba mati listrik dan lebih sakit dari udah download 10GB tapi tinggal 3% lagi failed. ini lebih sakit dari itu semua, jauh.. Rasanya kayak pengen minum Baygon atau semacamnya aja... :'<

Banyak temen-temen SMA masuk PTN impian mereka. Bahkan ada yang nilai akademiknya tidak terlalu baik tapi bisa diterima. Entah saya mau menyebut mereka apa, mungkin bejo? entahlah. Rasanya Nyesek, Ya mungkin itu tanda kalau belum ikhlas, dan saya butuh proses untuk menerima dengan legowo semua ini. Saya yakin semua yang terjadi sudah ada dalam lauh mahfuz. Rezeki yang seharusnya menjadi milikm kita, akan tetap menjadi milik kita. Tuhan tidak akan membiarkannya tertukar ataupun diambil orang. 

Sekarang, tanggal 28 Mei, sehari setelah pengumuman SNMPTN kemarin, saya sudah mulai sadar. saya sudah bangun dari mimpi buruk kemarin, saya mau mulai mencoba untuk memupuk harapan baru lagi, saya sadar kalau saya belum ikhlas entar jalan masuk ke PTN lain jadi berat. Maka mari belajar ikhlas (sepenuhnya) :') Ga apa apa. Mungkin belum rezeki saya saja lolos jalur SNMPTN. Saya percaya Allah punya rezeki yang lebih baik untuk saya dan lebih saya butuhkan. Mungkin Allah kepingin saya belajar lebih berbakti pada orang tua, lebih dekat padaNya, lebih dewasa pemikirannya, dan lebih menghargai arti usaha dan orang lain. Oiyaa makasih buat yang udah pada kasih support biar semangat (lagi). 

Untuk SBMPTN nanti saya harus lolos (Amiin) Padahal percaya deh yang dibutuhkan seseorang disaat butuh tempat untuk berbagi dan bersandar itu bukan nasihat, tapi rasa simpatik. Kesadaran akan muncul dengan sendirinya dari dalam diri, seperti hati yang selalu punya cara sendiri untuk menyembuhkan lukanya.Pokoknya Terimakasih buat semua simpatiknya ya, kalian sini peluk atu atu..{}{}{} Allah bilang Widi harus terus belajar. Belajar menerima kenyataan, belajar untuk terus tegar, belajar bahwa yang Allah beri adalah yang terbaik bagi hamba-Nya bukan yang hamba-Nya inginkan, belajar bahwa ujian itu ada 2 macam; kebahagiaan dan kekecewaan, belajar bahwa Allah itu Maha Kaya dan Maha Adil :)

How high my dream that was. Then when I knew I couldn’t get that way. I’m trying to ikhlas. I believe Allah always gives the best to all of us, to me. I believe this is my way, my best way, the answer of my hope.  Jadi, jalani saja. Show must go on. :)

Cirebon, 28 Mei 2013
With full of hope, Widiya Ningrum.

Minggu, 26 Mei 2013

Semalam Tanpa Tuhan

Ada banyak orang yang menghabiskan malam dengan sesuatu yang menyia-nyiakan. Menonton bola semalaman tanpa shalat malam dan melepaskan subuh. Atau berjalan-jalan kemanapun kaki melangkah dibawah kelamnya rokok dan minuman. Atau menghabiskannya dengan obrolan sia-sia.

Orang sekarang lebih sering tanpa Tuhan dimalam hari, kegelapan membuat orang merasa tidak ada yang mengawasi. Longgarnya waktu malam membuat orang senang menunda. Bayangkan tak pernah ada waktu shalat ( di waktu indonesia ) yang lama berlakunya 9 jam seperti isya’.

Malam adalah waktu dimana sebenarnya manusia tidak memiliki kuas atas dirinya sendiri. Ketika ia tertidur dan ruhnya berada dalam penjagaan Tuhan. Apabila ruh tersebut tidak dikembalikan. Ya sudah, esok siang tubuhmu akan dikubur.

Kita telah disibukkan oleh urusan dunia pada siang hari. Malam dijadikan sebagai waktu paling panjang untuk beribadah. Yang harus jadi koreksi kita sejauh ini adalah seberapa kita telah ber-Tuhan di malam hari?

Malam akan selalu berulang setiap harinya, akankah ia menjadi sebaik siangnya. Adakah yang bertanya mengapa isya dan subuh menjadi dua shalat yang amat menentukan?

Sebab perbedaan kelonggaran waktu dan kesempitan waktu keduanya yang amat tajam. Subuh berlaku tak lebih dari dua jam, dan isya berlaku hampri 9 jam. Dimana pada kedua waktu tersebut. Orang terlena akan kelonggaran waktu, dan yang satunya orang terlewat karena sempitnya waktu.

Mari, Selamatkan malam-malam kita! :)

Kalau kata mas Kurniawan Gunadi,
'Fenomena' tersebut berarti 'fenomena' Semalam Tanpa Tuhan :)

Rabu, 03 April 2013

Belajar

keadaan ini membuat saya belajar banyak tentang hidup, terutama tentang bagaimana rasanya tersakiti dan kecewa, ketika hidup memojokkan aku pada satu sudut yang saya sendiri tidak tahu harus kemana, tapi inilah kehidupan. Kalau tidak menyakiti ya disakiti, kalau tidak meninggalkan ya ditinggalkan. Aku banyak belajar, cara bagaimana memanipulasi perasaan. Walau kadang harus memaksa hati untuk tetap bertahan dan kuat, sesakit apapun. Tapi beginilah hidup. Mereka itu suatu saat nanti akan melihat dengan sendirinya apa yang sudah mereka lalukan. Bukankah Tuhan tidak pernah tidur? Iya, aku selalu percaya apa yang kita tanam adalah apa yang akan kita tuai nantinya. Allah itu adil. Tunggu saja balasan dari apa yang sudah kalian tanam.

Jadi, kapanpun aku merasa sendirian. kapanpun aku merasa disakiti dan dikecewakan, Aku selalu berusaha untuk tetap berdiri tegak di depan mereka. Mama pernah bilang, "Innallaha ma'ashobirin" Aku punya Tuhan yang senantiasa akan terus bersamaku, dan Tuhan mencintai orang orang yang sabar. Iya, aku sedang belajar untuk ikhlas menerima perlakuan mereka, Semoga Allah tidak lelah membimbing mereka. I wish they knows how it feels like, someday.

Yang sering kalian jadikan trending topic,
-Widiya

Rabu, 30 Januari 2013

Intuisi

Ketika hati tak lagi merasakannya
aku tahu perubahan besar yang terjadi, dalam diri dan hatiku
sosokmu semakin jarang hadir dalam lamunanku
pun tak sering muncul lagi dalam pikiran dan mimpiku
nama twittermu juga tak lagi kutulis di kolom search
hanya sesekali kadang aku iseng, bukan ingin tahu
ya, sekarang aku tidak lagi penasaran dengan isi timeline-mu
atau lebih tepatnya aku sudah tidak ingin tahu lagi tentang segala aktivitas dan kehidupanmu
semua rasaku hampir terkikis habis

Aku dan hatiku tidak pernah berusaha melupakan atau melepaskanmu
tapi jika memang kali ini segala angan tentang dirimu tidak lagi buatku bahagia ataupun kecewa, lalu mau apa?
mungkin dengan kata lain aku telah benar benar merelakan segalanya-tentangmu
Waktu menjawabnya
Waktu membuktikannya
Waktu mengobatinya
Waktu yang membuatku merelakanmu, sepenuhnya :)

Kamu, jangan pernah menengok ke arahku lagi
aku akan baik baik saja. aku tak akan lagi memintamu kembali
aku percaya pada waktu
cepat atau lambat
Waktu akan memberi kebahagiaan yang baru untukku 

Inilah jawaban atas segala pertanyaan yang dulu belum mampu terjawab. Inilah kunci, bahwa keikhlasan, kesabaran, dan mengembalikan semua pada pada Sang Pemilik adalah bentuk kekuatan, perisai yang melindungi hati dari benci, cahaya yang menjadi benteng nurani. Ku serahkan semua pada-Mu, Ya Rabb. Laa haula walaa quwwata illaa billaah..

sampai bertemu di keadaan yang lebih baik dari semua ini

- yang (pernah) dengan keras kepala mengejar, merindukan dan menyayangimu :) xx

Kamis, 27 Desember 2012

the last misty December.



Just counting days, the new year will come. 
I am here dunno should be happy or not.
This year is very different than two years ago or at least one year ago.
2 years ago, i am very happy i can prepared everything to celebrate new year holidays with him.
New year 2 years ago had become opium for me. The feeling. When i'm with him.
On december 26th, i supposed to be preparing everything to go to jakarta to pass through a holiday and the new year eve with him. But this year? that all no longer exist.
No jakarta or him.
This year there were only me a-l-o-n-e.
Wait, i forgot ...
Two years ago. actually, we were never celebrate new year eve together. When we were in relationship, you pass new year eve with your family. Do you remember? we in the same city and in the afternoon we still together. But we never got through new years eve together. And last year. When we had broke up, you are celebrating the new year with your friend and your family. while I celebrated with kak jidi and her friends. Although in the afternoon we are together. yes, we're still going to pim like previous years. The difference, there no more XXI, and eating crepes.

Going through old memories brings back old feelings. Too many feelings to even begin to understand whats going on, or how to feel, or what to think. It’s like you spent the last 1year pretending to be numb but now your crying because you know you can still feel it, but you don’t want to. But no, I do. I do? You’re an egotistical stubbern asshole

but
everything about you is beautifully etched in my mind, body, soul, HEART.

so long i was tried to fix everything.
so long i was ingulf raw my ego.
But what i got? nothing. Did you return? no.
I know exactly, i was made him can't stay and surrender.
And i know 
there're no guarantees, someone would come back again after we broken they heart so deep. Eventhough they were still(exceedingly)love.

Happy new year, everyone. I hope our personal would be better in the future.
no more pain, no more heartache and dissappoinment. 
New year, new day, new record, new story, new life, and maybe new love. 
Goodbye 2012, Welcome 2013, please be amazing year.
xxx

Senin, 10 Desember 2012

thinking before speaking


today, one of my classmate cursed to my other friend because she wasn't given the answer when we had Arabic exam. although she always like that to me. how pathetic, what a shame!
I was raised to treat others the way I’d want to be treated. Growing up, I learned that not everyone is going to like you. But, not everyone will hate you either. Not everyone does this… but honestly, I feel as though there’s plenty of people in this world who don’t understand the true effect they may have on the things they say. In terms of ‘thinking-before-speaking,’ I believe that that is something we all barely acknowledge. Whenever you have something to criticize someone about. Whenever you have something to hate on someone about. Whatever it is that you have to say about any other person… Shouldn’t be said at all, unless you have something “nice” to say about them. I quoted the word ‘nice’ because, nice could be something totally positive, or something at least to show that you’re not putting someone down. What’s wrong these days is… people do not have enough decency to respect others. NOT ENOUGH. Whether they know them. Or whether they think they know them. No matter who they are.. they should not be the root of your hatred, jealousy, bitterness, or dissatisfaction. Because honestly, you have NO IDEA if what simple statement you may have to say, can hurt someone else so badly. Maybe it may be a little nothing to you.. but certainly, you may never know how someone else will perceive it. All that stupid, ridiculous talk you might have about someone is unnecessary. Leave all your insignificant comments to yourself. If I’ve learned anything about life, its that, nobody will be perfect.

But at least, if we all tried to show each other that we all have some respect for one another, maybe there’d be less people taking their own lives.

Less people hurting because of what others’ opinions have clouded in their minds. Less people feeling engulfed in a life that they no longer desire to posses. Just because of some kind of negative comment or insult they may have received. I think we all deserve to be treated right. I think we all deserve to love the life we have. But to some extent, we all need to quit the judging. Discriminating. The hate and spite. The grudges and the envy.  Because honestly, I don’t believe we take other’s feelings into consideration as much as we do of our own. And that’s so disgraceful to realize… That a great majority of our society portrays to be this way and we don’t do anything to change that. It’s repulsive. Well in my opinion it is.

why we don't treat people like we want to be treated? Stop saying you hate people or me (hehe), because you are only putting unnescesary negativity on yourself. Focus on yourself. Don’t mind people if they give off negative vibes. If you want people to change, you have to change also ;)
Widiya Ningrum. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

AmazingCounters.com

Instagram Shots


Instagram

Tumbler