Sabtu, 06 Juli 2013

Semoga

Ya, doa doa itu bernama semoga. Ini kesempatan terakhir yang ada, dan seoga Allah memberikan jalan. Aamiin Ya Rabbalalamin..
Ini semua hanya untukMu, Mama dan Papa :'>


Kaliurang, Yogyakarta.
Dengan penuh harapan dan doa,
Widiya

Kamis, 04 Juli 2013

Malam

Malam, ya ini sudah sangat larut malam. sebenarnya aku sudah tertidur sejak beberapa jam yang lalu. namun terbangun. Terdengar suara mama sedang terbatuk batuk dikamar sebelah, tak tega rasanya harus mendengar batuk itu berulang ulang, pasti mama sulit tidur, dan jelas aku jadi tidak bisa tidur sekarang, Bukan karena suara batuk itu, tapi karena Mamaku tersayang yang sedang batuk, aku tidak tega. Seakan banyak sekali yang sedang aku pikirkan saat ini, tapi entah itu apa. Hanya terasa begitu berat, sungguh... berat sekali. Aku ingin cepat keluar dari suasananya ini, Aku sudah sangat tidak tahan. Tuhan, bisakah fase ini dipercepat? atau mungkin di skip saja? Bisa? Aku tidak tega terus merepotkan Mama dan Papa, manusia yang paling aku cintai, sayangi, dan hormati di dunia ini. Keadaan ini membuat aku seperti menyiksa mereka, dan aku tidak bisa terus menyiksa kedua orang tuaku sendiri. Aku tidak tega, sungguh rasanya perih sekali ketika harus melihat raut wajah mereka yang keletihan. Sakit sekali rasanya tahu bahwa kitalah penyebab dari kekecewaan yang dialami orang yang paling kita jaga perasaannya. Tuhan, jika aku terlalu hina untuk mendapatkan kebahagiaan, tolong jangan lihat aku. lihat kedua orang tuaku yang telah merelakan segala peluhnya hanya untuk anaknya ini, tolong ya Allah... Bantu aku untuk melewati fase ini, tuntunlah aku untuk cepat keluar dari keadaan ini, aku ingin segera menjadi alasan dibalik senyuman bangga yang tersungging dari bibir kedua orang tuaku. Bantu aku untuk meraih segalanya ya Rabb, Mampukan aku untuk melewati semua ini, Kuatkan aku... Bukankah membolak balikan nasib seseorang bukan perkara yang sulit untukMu? Ya Rabb.. Malam ini ku titipkan harapan besarku padaMu, Tolong, permudahlah jalannya :') Aku sangat sayang Mama dan Papaku, izinkahlah aku untuk bisa membahagiakannya, secepat mungkin. Amin. Selamat malam..

Dari anak yang sangat butuh pertolongan Tuhan
Widiya, dengan tetsan air mata dipipinya

Rabu, 19 Juni 2013

Teman

kalau "rintangan rintangan" ini jembatan menuju masa depan, Tuhan bolehkah aku meminta, aku tak ingin berjalan di atas jembatan kayu ini sendirian. Bisakah? Aku lelah meniti rintangan rintangan ini sendirian Bukan, bukan berarti aku tidak menyadari kehadiran-Mu. Hanya saja sekarang aku perlu sosok nyata yang menemaniku disini. Bersamaku, berjalan melewati jembatan ini. Sudah cukup lama aku berjalan sendirian. Rasanya semua ini semakin membuatku letih saja. Jika saat ini aku membutuhkan "Teman", Bolehkah?

Teman yang bahunya akan menjadi tempat aku bersandar ketika aku mulai kelelahan
Teman yang akan senantiasa mengulurkan tangannya ketika aku jatuh
Teman yang menjadi selimut saat dingin
Teman yang akan menunjukan arah saat aku kehilangan tujuan
Teman yang akan membelaku didepan mereka yang meremehkanku
Teman yang penuh dengan semangat hidup
Teman yang penuh dengan Visi dan misi tentang masa depan yang cerah
Teman yang menghargai dan menghormati aku seperti ibunya
Teman yang akan menjagaku saat ayahku sudah mulai menua
Teman yang rela mencucurkan peluhnya agar dapat membuat hidupku dan hidupnya lebih baik
Teman yang akan selalu ada disampingku sebelum aku terlelap
Teman yang senantiasa memandangku sebagai wanita yang berharga
Teman yang akan menerimaku bagaimanapun kondisinya
Teman yang akan menjadi pelengkap kebahagiaanku
Teman yang tidak hanya memiliki otak yang cerdas, Namun Teman yang memiliki hati seperti embun pagi yang menyegarkan yang senantiasa dapat menerima segala keterbatas yang aku miliki, dan
Teman yang akan senantiasa berjalan berdampingan disampingku, di segala musim....

Aku benar benar mulai kelelahan berjalan diatas jembatan ini sendirian. Aku ingin berbagi .Aku tidak ingin berjalan sendirian lagi, Aku ingin ditemani. Aku ingin jika nanti aku sudah mencapai ujung jembatan kayu ini dan mulai berjalan diatas lantai marmer yang kokoh dan indah, aku sudah menemukan Teman sejatiku. Teman yang tidak hanya ada saat aku berjalan diatas lantai marmer yang indah, tapi juga Teman yang dengan sabar menemaniku saat aku masih berjalan dijembatan kayu itu... Aku ingin memiliki 'Teman' dengan segera, Tuhan...

Siapapun kamu cepatlah datang, Aku menunggumu
- Widiya

Kamis, 13 Juni 2013

Harapan

Aku tidak bisa menjanjikannya, aku hanya bisa mengusahakan agar impian itu terwujud. Maaf mah pah, Aku belum bisa menjadi alasan dibalik senyum yang tersungging dibibir Mama dan Papa, maafkan anakmu ini belum bisa membuat kalian bangga, maaf. Karena sampai hari ini, aku sendiripun masih ragu dengan semua impian itu, impian untuk bisa menjadi mahasiswa baru di Universitas itu. Tapi aku akan selalu berusaha untuk dapat meraihnya Ma Pa. Meraih apa yang aku impikan, impian yang akan membuat kalian menjadi orang tua paling bahagia di dunia ini karena aku. Aku akan berusaha sampai keringatku yang mengucur mengering dengan sendirinya. Aku akan terus dan terus berusaha sampai akhirnya Tuhan tidak tega untuk tidak mengabulkannya Ma Pa. Doakan anakmu ini Ma Pa.. karena doa Mama dan Papa adalah Ridho-Nya :')

Rabu, 12 Juni 2013

Aku suka kamu..

Judulnya mungkin terlalu berlebihan ya? Hehe.. Hari ini pertama kali aku ngeliat kamu, iya ini yang pertama kita bertemu. Tapi aku suka. Aku suka kamu, suka sekali. Aku suka cara kamu bicara, cara kamu menatap, cara kamu tersenyum, cara kamu menjelaskan, cara kamu makan roti breadt*lk yang aku suguhkan, cara kamu malu malu... aku suka ^^ Malam ini kupu kupu di perutku muncul.. lagi. Setelah sekian lama tak pernah merasa berdebar debar saat bertemu lelaki, malam ini kamu melakukannya. Kamu adalah lelaki sederhana dengan senyum yang sangat manis, lebih manis dari coklat yang sering aku makan atau susu coklat yang aku minum setiap hari. Kamu lebih manis dari itu semua. Mikir apasih aku ini, kita baru bertemu sekali, baru malam ini. Tapi perasaan dan pikiranku sudah ngelantur, Ah... apakah mungkin kamu akan menyukaiku? Ah tidak mungkin. Kamu terlalu sempurna buat aku. Mana mungkin orang sepertimu dengan segala kelebihan yang kamu miliki akan jatuh cinta pada perempuan sepertiku yang sangat biasa saja.. Kamu dan aku terlalu jauh, bagai langit dan bumi. Iya, Mungkin seperti itu.. 

Tapi jujur aku katakan, aku menyukaimu mas, bolehkah?

Aku yang berjuang untuk bisa meraihmu, walau rasanya tidak mungkin
Widiya

Rabu, 29 Mei 2013

Underpressure


Sesuai judulnya. dibawah tekanan. Tertekan! Akhirnya hari yang ditunggu sekian lama datang juga, bahkan lebih cepat dari yang seharusnya. hari dimana pengumuman SNMPTN akan diumumkan. setelah melewati proses panjang beberapa bulan lalu dari mulai ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester sampai UN semuanya membuat tekanan dalam diri saya semakin berat dan semakin terasa melelahkannya. mungkin seluruh anak kelas 12 memang waktunya untuk merasakan itu semua, merasakan tertekan. Saya sangat berharap dengan sepenuh jiwa raga dan hati saya bahwa saya akan diterima di PTN yang saya inginkan, yang akan menjadi batu loncatan untuk saya mencapai target yang saya inginkan nantinya. Apa yang terjadi hari itu? Sekitar jam 4 sore pengumuman di web SNMPTN sudah bisa diakses, tapi saya memutuskan untuk tidak membukanya... saya belum siap, saya belum berani, saya belum mampu, saya belum kuat untuk melihat hasilnya. Akhirnya karena saya baru bangun tidur setelah sehari sebelumnya saya baru bisa tidur ketika ba'da subuh sekitar pukul 5.15. saya mengambil air wudhu dan shalat ashar untuk menghilangkan sedikit rasa gemetar dan takut. berhasil, tubuh saya sedikit rileks. akhirnya saya menyalakan laptop dan membuka web SNMPTN, tubuh saya gemetar, sampai salah mengetikan nomor pendaftaran beberapa kali, firasat. Akhirnya setelah saya mengisikan nomor pendaftaran dan tanggal lahir, munculah hasil itu, hasil yang saya tunggu selama ini, hasil yang saya pikir akan membuat saya merasa jadi orang paling bahagia sedunia, Tapi kenyataannya? Saya mendapat permintaan maaf dari Web itu. Saya Gagal. Tulisannya bewarna merah, singkat padat dan jelas. langsung ke intinya, langsung menusuk ke hati. sakit sekali! :') Saya diam, gak nangis. cuma bisa diam memainkan cursor sambil terus melihat tulisan bewarna merah itu, sekitar sejam lebih saya cuma terpaku di depan monitor, terus memandangi sebaris kalimat yang sangat menyakitkan itu. Akhirnya pertahanan saya runtuh, dinding yang menahan air mata saya agar tidak tumpah hancur sudah.. semua air mata saya tumpah bersama rasa sakit yang teramat sangat itu. Gak bisa berhenti, nangis. cuma bisa nangis. sampai akhirnya saya buka twitter dan facebook, saya memposting beberapa tulisan, dan.. beberapa menit kemudian ada notification dari facebook. Itu dari mantan saya, sebut saja.. 'Ikan'. saya gak bales, saya belum bisa untuk bales pertanyaan2 itu. sama seperti saya belum bisa besar hati untuk memberikan selamat kepada teman teman saya yang lolos. sekitar semenit setelag notification itu muncul, handphone saya yang baru saya aktifin berdering. Tanpa nama.

"halo ini siapa?" "Ini Ikan, Gimana hasil SNMPTNnya, hmmm... gagal yah. yaudah jangan sedih.. bla bla bla bla" percakapan itu berlangsung sejam lebih.

Perasaan saya membaik, tidak sesedih sebelumnya. Ikan berhasil bikin saya merasa dipedulikan. Saya senang, setidaknya ada seseorang yang menghibur saya, walau itu Ikan. Tapi saya bersyukur, setidaknya ada Ikan :' Yang lain yang katanya peduli dengan keadaan saya, paling hanya sekedar sms/mentionn/nge dm menanyakan bagaimana hasilnya. bahkan ada yang katanya selama ini bilang kalau dia peduli dengan saya tapi ternyata tidak ada peduli2nya sama sekali dengan saya, sms tidak, mentionpun tak ada. Bahkan seseorang yang pernah berada dalam posisi seperti saya 2tahun lalu dan saat itu sayalah yang memberikan dia semangat dan tetap menemani dia disaat sulit seperti ini tidak sedikitpun menunjukan kepeduliannya. jangankan untuk memberi support, basa basi menanyakan hasilnya pun tidak. sama seperti ketika saya berulang tahun, entahlah saya benar benar sudah **** dengan lelaki ini. Drama-king. The man with a sad past and a rotten heart (now). hidup kamu sudah terlalu banyak drama cinta tak terbalas, dan bisakah kamu berhenti menujukannya di publik. kamu itu laki laki bukan? Galaunya lebih lebih dari perempuan. Heran! (Lha kok jadi esmosi gini? :\ oke maaf Widi Khilaf :|) Ya intinya, sekarang saya tau siapa yang bisa diandalkan untuk diajak berbagi disaat menyedihkan seperti ini, Bukan mereka mereka yang ada disaat saya dalam keadaan 'stabil', tapi sahabat sahabat saya. Ikan, Tia, Cipa, Isti dan kakak saya juga yang lain.. mereka semua kekuatan saya.
Saya merasa harus bangkit dari keterpurukan ini, saya harus Move on dari kegagalan ini. Saya harus belajar lagi.

belajar untuk menerima bahwa hidup itu tidak selalu berjalan sesuai seperti yang kita inginkan, ada yang lebih baik dari itu semua.. Rencana Tuhan. Tapi tidak bisa dipungkiri, kegagalan ini sangat membuat saya sakit. percayalah. Ini lebih sakit dari main game yang hampir finish tapi tiba-tiba mati listrik dan lebih sakit dari udah download 10GB tapi tinggal 3% lagi failed. ini lebih sakit dari itu semua, jauh.. Rasanya kayak pengen minum Baygon atau semacamnya aja... :'<

Banyak temen-temen SMA masuk PTN impian mereka. Bahkan ada yang nilai akademiknya tidak terlalu baik tapi bisa diterima. Entah saya mau menyebut mereka apa, mungkin bejo? entahlah. Rasanya Nyesek, Ya mungkin itu tanda kalau belum ikhlas, dan saya butuh proses untuk menerima dengan legowo semua ini. Saya yakin semua yang terjadi sudah ada dalam lauh mahfuz. Rezeki yang seharusnya menjadi milikm kita, akan tetap menjadi milik kita. Tuhan tidak akan membiarkannya tertukar ataupun diambil orang. 

Sekarang, tanggal 28 Mei, sehari setelah pengumuman SNMPTN kemarin, saya sudah mulai sadar. saya sudah bangun dari mimpi buruk kemarin, saya mau mulai mencoba untuk memupuk harapan baru lagi, saya sadar kalau saya belum ikhlas entar jalan masuk ke PTN lain jadi berat. Maka mari belajar ikhlas (sepenuhnya) :') Ga apa apa. Mungkin belum rezeki saya saja lolos jalur SNMPTN. Saya percaya Allah punya rezeki yang lebih baik untuk saya dan lebih saya butuhkan. Mungkin Allah kepingin saya belajar lebih berbakti pada orang tua, lebih dekat padaNya, lebih dewasa pemikirannya, dan lebih menghargai arti usaha dan orang lain. Oiyaa makasih buat yang udah pada kasih support biar semangat (lagi). 

Untuk SBMPTN nanti saya harus lolos (Amiin) Padahal percaya deh yang dibutuhkan seseorang disaat butuh tempat untuk berbagi dan bersandar itu bukan nasihat, tapi rasa simpatik. Kesadaran akan muncul dengan sendirinya dari dalam diri, seperti hati yang selalu punya cara sendiri untuk menyembuhkan lukanya.Pokoknya Terimakasih buat semua simpatiknya ya, kalian sini peluk atu atu..{}{}{} Allah bilang Widi harus terus belajar. Belajar menerima kenyataan, belajar untuk terus tegar, belajar bahwa yang Allah beri adalah yang terbaik bagi hamba-Nya bukan yang hamba-Nya inginkan, belajar bahwa ujian itu ada 2 macam; kebahagiaan dan kekecewaan, belajar bahwa Allah itu Maha Kaya dan Maha Adil :)

How high my dream that was. Then when I knew I couldn’t get that way. I’m trying to ikhlas. I believe Allah always gives the best to all of us, to me. I believe this is my way, my best way, the answer of my hope.  Jadi, jalani saja. Show must go on. :)

Cirebon, 28 Mei 2013
With full of hope, Widiya Ningrum.

Minggu, 26 Mei 2013

Semalam Tanpa Tuhan

Ada banyak orang yang menghabiskan malam dengan sesuatu yang menyia-nyiakan. Menonton bola semalaman tanpa shalat malam dan melepaskan subuh. Atau berjalan-jalan kemanapun kaki melangkah dibawah kelamnya rokok dan minuman. Atau menghabiskannya dengan obrolan sia-sia.

Orang sekarang lebih sering tanpa Tuhan dimalam hari, kegelapan membuat orang merasa tidak ada yang mengawasi. Longgarnya waktu malam membuat orang senang menunda. Bayangkan tak pernah ada waktu shalat ( di waktu indonesia ) yang lama berlakunya 9 jam seperti isya’.

Malam adalah waktu dimana sebenarnya manusia tidak memiliki kuas atas dirinya sendiri. Ketika ia tertidur dan ruhnya berada dalam penjagaan Tuhan. Apabila ruh tersebut tidak dikembalikan. Ya sudah, esok siang tubuhmu akan dikubur.

Kita telah disibukkan oleh urusan dunia pada siang hari. Malam dijadikan sebagai waktu paling panjang untuk beribadah. Yang harus jadi koreksi kita sejauh ini adalah seberapa kita telah ber-Tuhan di malam hari?

Malam akan selalu berulang setiap harinya, akankah ia menjadi sebaik siangnya. Adakah yang bertanya mengapa isya dan subuh menjadi dua shalat yang amat menentukan?

Sebab perbedaan kelonggaran waktu dan kesempitan waktu keduanya yang amat tajam. Subuh berlaku tak lebih dari dua jam, dan isya berlaku hampri 9 jam. Dimana pada kedua waktu tersebut. Orang terlena akan kelonggaran waktu, dan yang satunya orang terlewat karena sempitnya waktu.

Mari, Selamatkan malam-malam kita! :)

Kalau kata mas Kurniawan Gunadi,
'Fenomena' tersebut berarti 'fenomena' Semalam Tanpa Tuhan :)
Widiya Ningrum. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

AmazingCounters.com

Instagram Shots


Instagram

Tumbler